Senin, 15 Desember 2014

Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Jajanan Tradisional di Simpang Lima Pati Jateng

BAB I PENDAHULUAN
 1.1 LATAR BELAKANG

Dewasa ini marak sekali terjadinya perebutan budaya antar sesama bangsa, yang ironisnya masih satu rumpun. Padahal apabila kita tengok hal semacam itu seharusnya tidak perlu terjadi mengingat dampaknya yang dapat menyebabkan pertengkaran bahkan peperangan antar bangsa hanya dikarenakan perebutan budaya semata. Hal diatas merupakan sebuah realita yang memperlihatkan kepada kita bahwa globalisasi juga dapat menjadi bumerang dan mendatangkan hal-hal negatif bagi suatu negara, seperti Indonesia. Akan tetapi perlu diingat adanya globalisasi lantas juga tak selamanya memberikan efek negatif, namun disisi lain dapat juga mendatangkan keuntungan bagi suatu bangsa. Sebagai contoh dalam bidang perekonomian dan bisnis kita tidak mungkin maju apabila hanya melobby pengusaha-pengusaha lokal saja. Namun suatu usaha akan berjaya apabila dapat mengembangkan usaha tidak hanya di dunia domestik bahkan dapat menguasai pasar global dunia manca. Di zaman yang modern ini banyak yang telah berubah pada bangsa ini. Ada positifnya dengan perubahan ini seperti halnya pendidikan, dulu hanya kaum laki-laki yang boleh menempuh pendidikan tapi sekarang wanita punya hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam pendidikan. Selain ada positifnya ada juga negatifnya dari perubahan zaman ini, seperti semakin kalahnya kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan asing yang masuk ke negara ini. Itulah globalisasi yang terjadi di negara ini. Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Sebagian besar daerah di Indonesia telah mengalami globalisasi, seperti yang terjadi di daerah Pati Jawa Tengah. Saya sengaja mengambil contoh di daerah Simpang Lima Pati karena di daerah ini setiap malam ramai dengan para penjual kaki lima dengan berbagai macam jajanannya, jajanan tradisonal maupun jajanan dari negara lain. Sebenarnya di zaman yang serba modern ini banyak orang yang suka jajanan yang bukan asli daerah ini, seperti kentucky, hamburger, donat, bakso, mie ayam, kentang goreng dan lain lain. Sedangkan jajnan seperti klepon, putu, kacang rebus, wedang ronde, onde-onde ceplis eksistensinya sangat kurang. Dari uraian diatas globalisasi tak hanya berdampak negatif tetapi dapat juga memberikan dampak positif. Oleh karena itu saya tertarik untuk mengupas masalah dampak positif dan negatif globalisasi dipandang dari bidang kebudayaan, serta bagaimanakah sikap kita dengan kemajuan globalisasi yang tidak dapat kita hentikan untuk itu saya sajikan dalam makalah ini.
 1.2 RUMUSAN MASALAH
 Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut. Bagaimana Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Jajanan Tradisional di Simpang Lima Pati?
 1.3 TUJUAN PENULISAN
 Dari rumusan masalah tersebut, mempunyai tujuan sebagai berikut. Menjelaskan Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Jajanan Tradisional di Simpang Lima Pati.
 1.4 MANFAAT PENELITIAN
 • Masyarakat Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai dampak peradaban global, pengaruhnya terhadap pola makanan ataupun jajanan yang ada di Indonesia terutama tempat saya meneliti yaitu di Simpang Lima Pati serta cara menyikapi. Dengan demikian masyarakat akan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa melupakan tradisi. • Pedagang Kaki Lima (pedagang makanan) Para pedagang akan lebih memiliki ide lagi untuk bahan jualan terutama mengenai jajanan tradisional yang makin melemah misalnya bahan lokal seperti tempe dapat diolah menjadi panganan yang beraneka ragam. Jadi tidak hanya meniru jajnan khas dari negara lain karena negara ini sendiri mempunyai banyak makanan atau jajanan khas.
 BAB II LANDASAN TEORI
 2.1 PENGERTIAN PENGARUH
 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. Menurut para ahli (Wiranto), pengaruh merupakan tokoh formal maupun informal dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan eksesibel dibandingkan pihak yang dipengaruhi. Menurut Albert R. Robert dan Gilbert, pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Kesimpulannya, pengaruh adalah kekuasaan yang ada dari seseorang atau suatu benda sehingga dapat ikut membentuk dan mengubah karakter seseorang.
 2.2 PENGERTIAN EKSISTENSI Eksistensi berasal dari kata bahasa latin existere yang artinya muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan aktual. Existere disusun dari ex yang artinya keluar dan sistere yang artinya tampil atau muncul. Terdapat beberapa pengertian tentang eksistensi yang dijelaskan menjadi 4 pengertian. Pertama, eksistensi adalah apa yang ada. Kedua, eksistensi adalah apa yang memiliki aktualitas. Ketiga, eksistensi adalah segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada. Keempat, eksistensi adalah kesempurnaan. Eksistensi bisa kita kenal juga dengan satu kata yaitu keberadaan. dimana keberadaan yang di maksud adalah adanya pengaruh atas ada atau tidak adanya kita. eksistensi ini perlu “diberikan” orang lain kepada kita, karena dengan adanya respon dari orang di sekeliling kita ini membuktikan bahwa keberadaan (atau sesuai dengan judul : eksistensi) kita diakui. Tentu akan terasa sangat tidak nyaman ketika kita ada namun tidak satupun orang menganggap kita ada, oleh karena itu pembuktian akan keberadaan kita dapat dinilai dari berapa orang yang menanyakan kita atau setidaknya merasa sangat membutuhkan kita jika kita tidak ada. Masalah keperluan akan nilai eksistensi ini sangat penting, karena ini merupakan pembuktian akan hasil kerja kita (performa) kita di dalam suatu lingkungan. Perkuliahan misalnya, dosen akan lebih mengenal dan mengetahui keberadaan kita setelah dosen tahu performa kita baik (dengan nilai yang bagus, aktif, dan komunikatif) dan cenderung sedikit memperhatikan orang-orang yang pasif. Dalam suatu keorganisasian eksistensi hanya perlu dilakukan dengan sebuah apresiasi terhadap kerja seseorang. apresiasi yang sangat sederhana, yaitu ucapan terima kasih. Hanya itu, hanya sebuah ucapan terima kasih yang mampu membuat seseorang yang merasakan keberadaannya, merasakan eksistensinya. Seringkali kita mendengar istilah eksistensi dalam sebuah kalimat atau pembicaraan, sebagai contoh yaitu eksistensi seorang aktris dalam dunia hiburan dinilai berdasarkan kualitas acting pada tokoh yang diperankan. Apakah pengertian dari eksistensi itu sendiri? Dalam kamus bahasa Indonesia, eksistensi diartikan sebagai keberadaan. Artinya, eksistensi menjelaskan tentang penilaian ada atau tidak adanya pengaruh terhadap keberadaan seseorang tersebut. Apabila orang lain menganggap kita mempunyai sebuah eksistensi, maka keberadaan kita sudah dianggap dan dapat diperhitungkan oleh orang-orang di sekeliling kita. Eksistensi biasanya dijadikan sebagai acuan pembuktian diri bahwa kegiatan atau pekerjaan yang diakukan seseorang dapat berguna dan mendapat nilai yang baik di mata orang lain. Contoh di dalam lingkup sekolah misalnya, eksistensi seorang siswa yang rajin akan selalu diingat oleh pengajar dan lebih terlihat menonjol dibandingkan dengan siswa yang malas belajar. Selain itu, eksistensi juga dianggap sebagai sebuah istilah yang bisa diapresiasi kepada seseorang yang sudah banyak memberi pengaruh positif kepada orang lain. Sementara itu, seorang ahli filsafat atau filsuf bernama Karl Jaspers memaknai eksistensi sebagai pemikiran manusia yang memanfaatkan dan mengatasi seluruh pengetahuan objektif. Berdasarkan pemikiran tersebut, manusia dapat menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan bahwa dirinya adalah makhluk eksistensi. Selain itu, Jaspers juga menjelaskan tentang penerangan eksistensi yang dikemukakannya, yaitu: Eksistensi selalu memiliki hubungan dengan transedensi. Eksistensi merupakan filsafat yang menghayati dan menghidupi kebenaran. Eksistensi seorang manusia dapat dibuktikan oleh cara berpikir dan tindakannya. Karl Jaspers menerangkan hal-hal tersebut dengan tujuan supaya semua orang paham dan sadar bahwa setiap orang memiliki keunikan yang berbeda satu dengan yang lain. Sebab, eksistensi merupakan sesuatu yang sifatnya individual sehingga bisa ditentukan oleh masing-masing individu. Dan menurut Jaspers, semua orang memiliki cara keberadaan yang khas dan unik, itulah yang dinamakan sebagai eksistensi seorang individu. Sehingga setiap orang yang dapat menentukan jati diri atas keberadaannya dan mampu berdiri diantara eksistensi orang lain maka mereka akan mendapatkan eksistensi yang sejati. 2.3 GLOBALISASI Menurut asal katanya, kata "GLOBALISASI" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak maupun elektronik. Ada pula yang mengatakan globalisasi yaitu sebagai berikut : - hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. - suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005) Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli Berikut di bawah ini merupakan pendapat para ahli yang mencoba mendefinisikan globalisasi, diantaranya: 1. Selo Soemardjan Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI 2. Achmad Suparman Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah . 3. Thomas L. Friedman Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia. 4. Malcom Waters Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang . 5. Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan Globalisasi adalah proses yang meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi transnasional dan transkultural kegiatan manusia dan non-manusia. 6. Emanuel Ritcher Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar - pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia . 7. Anthony Giddens Globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’. 8. Martin Albrown Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global . 9. Princenton N. Lyman Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan. 10. Laurence E. Rothenberg Globalisasi adalah percepatan dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan pemerintah dari negarayang berbeda. 11. Scholte Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain. Pengaruh Globalisasi Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Dampak positif globalisasi antara lain: - Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan - Mudah melakukan komunikasi - Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi) - Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran - Memacu untuk meningkatkan kualitas diri - Mudah memenuhi kebutuhan Dampak negatif globalisasi antara lain: - Informasi yang tidak tersaring. - Membuat tidak kreatif, karna prilaku konsumtif. - Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit. - Banyak meniru perilaku yang buruk. - Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Simpang Lima Pati, Jalan Jenderal Sudirman (Jalan Pemuda), Pati, Jawa Tengah 15140, Indonesia. 3.2 WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan selama 1 malam pada hari 13 Desember 2014. 3.3 CARA PENGAMBILAN DATA 1. Wawancara Wawancara (bahasam inggris = interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi dimana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. Wawamcara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya-jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan peneliti (Lerbin, 1992 dalam Hadi, 2007). 2. Pengamatan Atau Observasi Pengamatan atau observasi adalah aktifitas yang dilakukan makhluk cerdas, terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Ilmu pengetahuan biologi dan astronomi mempunyai dasar sejarah dalam pengamatan oleh amatir. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara. BAB IV PEMBAHASAN 4.1 GLOBALISASI Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah eksistensi jajanan tradisional. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Indonesia memiliki aneka macam kebudayaan, adat istiadat, bahasa dan tak terkecuali makanan atau kulinernya. Kuliner Indonesia memiliki beraneka ragam. Dari sabang sampai merauke memiliki makanan khas masing masing. Keanekaragaman tersebut terjadi karena beraneka ragamnya tradisi dan juga ciri khas daerah juga bahan dasar yang digunakan sesuai dengan yang ada di negeri ini yaitu Indonesia. Jajan pasar tradisional merupakan komponen penting dalam pusaka kuliner Indonesia. Bukan saja karena jajan pasar tersebut enak rasanya atau unik warna dan penampilannya, tetapi pada saat tertentu jajan pasar sangat sarat makna, selain itu jajan pasar adalah juga merupakan warisan dari para pendahulunya. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Begitupun di Simpang Lima Pati, jumlah pedagang kaki lima yang menjual jajanan tradisional lebih sedikit daripada jul\mlah pedagang kaki lima yang menjual jajanan bukan tradisional seperti kentucky, hamburger, donat, bakso, mie ayam, kentang goreng dan lain lain. Jajanan tradisional yang dijual di Simpang Lima Pati misalnya adalah klepon, putu, kacang rebus, wedang ronde, onde-onde ceplis eksistensinya sangat kurang. Dengan demikian dampak globalisasi dalam bidang pangan sangat terasa terutama di kota kota kecil juga. 4.2 PENGARUH GLOBALISASI Banyak dampak yang ditimbulkan oleh adanya globalisasi. Berikut adalah beberapa dampak negatif dan positifnya dalam bidang pangan di Indonesia : o Semakin tersingkirnya jajanan atau makanan khas Indonesia oleh makanan khas negara asing, o Banyak kecurangan-kecurangan yang dilakukan pedagang jajanan untuk meraup untung lebih dengan yang membahayakan konsumen, o Semakin hilangnya tradisi Indonesia oleh zaman, o Semakin beragamnya makanan di Indonesia, o Konsumen lebih banyak pilihan jajanan, o Bisa mengenal makanan khas negara asing, dll. Selain di biadang pangan, secara umum globalisasi juga berdampak positif bagi Indonesia : o Dapat bertukar gagasan/pikiran dengan dunia luar. o Dapat mempromosikan budaya Indonesia di kancah dunia, sehingga budaya Indonesia akan terkenal. o Dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun internasional dengan keindahan dan keunikan budaya Indonesia. o Berkembangnya pola sosial seperti pola kerja masyarakat Indonesia. o Berkembang prinsip multiculturism, sehingga memungkinkan rasa keterbukaan terhadap budaya baru. o Berkembangnya masyarakat sosialita, yang senantiasa memperhatikan perkembangan mode Internasional seperti busana, film, dan lain-lain. o Maraknya event atau kegiatan berskala nasional bahkan internasional yang digelar Indonesia. o mudah melakukan komunikasi o mudah memenuhi kebutuhan dan mencari informasi o mudah medapatkan ilmu pengetahuan Ada pula dampak negatif dari globalisasi, meliputi : o Munculnya budaya baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia dengan mudah diterima masyarakat tampa filterisasi yang berujung pada lunturnya budaya asli Indonesia. o Berkembangnya pola masyarakat individualisme. Sehingga tradisi tradisi seperti gotong royong mulai hilang. o Semakin banyaknya imigrasi dari luar negeri yang menetap di Indonesia dengan perilaku sosial budaya yang bertolak belakang dengan Indonesia. o Terpengaruhnya masyarakat khususnya para remaja oleh budaya manca yang cenderung bebas mengakibatkan kemerosotan moral bagi generasi penerus Indonesi o Informasi tidak dapat tersaring dengan benar o Perilaku konsumtif. Sikap terhadap Globalisasi Globalisasi telah membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dunia. Tidak ada sekat yang menghalangi terjadinya komunikasi antarindividu. Globalisasi juga telah menyuguhkan banyak informasi yang berasal dari negara lain. Berbagai macam informasi mengalir dari satu tempat ke tempat lain. Banyak hal positif dari pertukaran arus informasi ini kita dapat. Namun juga tidak sedikit hal yang negatif yang terkandung di dalamnya. Demikian juga lewat televisi kita, banyak disuguhkan film-film asing. Umumnya kita merasa terhibur apabila menonton film-film asing, seperti telenovela. Dengan demikian, kita tidak kuasa menahan informasi dan pengaruh dari luar. Bagaimana sikap kita terhadap globalisasi ini? Globalisasi bisa berdampak positif, bisa juga berdampak negatif. Kita harus pandai atau arif menyikapinya. Kita harus pandai-pandai dalam memilih informasi termasuk film-film dari luar. Informasi atau film dari luar yang baik (positif) kita ambil, sedangkan informasi atau film yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita (negatif) kita buang. Apalagi dalam bidang pangan, seluruh masyarakat kususnya masyarakat Pati harus lebih menyukai jajanan atau makanan khas indonesia selain itu untuk para pedagang makanan harus pintar pintar menyuguhkan makanan yang tidak lepas dari jajanan khas Indonesia terutama daerah Pati dan juga menghadirkan lagi jajanan khas Indonesia kusunya daerah Pati yang mulai hilang. Tindakan atau Antisipasi pengaruh Negatif Globalisasi : 1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misalnya mencintai produk dalam negeri. 2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya. 3. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti seadil-adilnya dan sebenar-benarnya. 4. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. BAB V PENUTUP 5.1 SIMPULAN Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan semakin berkembangnya zaman dan adanya globalisasi di negara ini sangat berpengaruh di bidang pangan di Indonesia khususnya daerah Pati. Dan dari hasil penelitian yang telah kami lakukan di Simpang Lima Pati, eksistensi jajanan tradisional lebih lemah daripada jajanan khas negara asing. Konsumen lebih menyukai makanan khas negara asing, sehingga pedagangpun mengikuti selera para konsumen. Namun alangkah baiknya bahan tradisional atau bahan makanan khas tanah air bisa lebih ditonjolkan. Jajanan khas tradisional yang perlahan punah bisa dihadirkan kembali. 5.2 SARAN Dari simpulan diatas, kami menyarankan untuk seluruh masyarakat agar lebih menghargai tradisi dengan lebih menyukai jajanan tradisional dan para pedagang makanan dapat menghadirkan lagi jajanan tradisional yang perlahan mulai hilang sehingga eksistensinyapun rendah atau melemah. Selain itu apabila eksistensi jajanan tradisional mulai tinggi dapat menghadirkan kembali memori masa kecil yang berhubungan dengan jajanan tradisional. DAFTAR RUJUKAN http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi http://www.duniapelajar.com/2014/07/18/pengertian-eksistensi-menurut-para-ahli/ http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2014/03/26/jajan-pasar-kudapan-tradisional-cita-rasa-aduhai--642542.html http://nadzzsukakamu.wordpress.com/2010/07/29/eksistensi/ http://tiana-meymey.blogspot.com/2012/02/pengertian-jajanan-pasar.html http://ridwannugroho2.blogspot.com/2012/04/globalisasi-dan-dampaknya-terhadap.html http://www.zonasiswa.com/2014/05/pengertian-globalisasi-lengkap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar